DPD HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Kalimantan Timur menggelar rangkaian kegiatan Webinar Series 7 yang diselenggarakan pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Pendanaan Infrastruktur Jalan di Tengah Tekanan Resesi Ekonomi” dan dilaksanakan secara hybrid, yaitu melalui pertemuan luring dan daring, sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai kalangan akademik dan profesional.
Webinar tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya mahasiswa S1 Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta mahasiswa S2 Magister Teknik Sipil. Kehadiran peserta merupakan bentuk atas perhatiannya terhadap isu pembangunan infrastruktur, khususnya terkait strategi pembiayaan jalan dan pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil, Dr. Ir. Alpian Nur, S.T., M.T., bersama jajaran pengurus DPD HPJI Kalimantan Timur. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penandatanganan kerja sama berupa Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Magister Teknik Sipil yang diwakili oleh Dosen Prodi Magister Teknik Sipil Dr. Ir. Eswan, S.T., M.T., IPM dan DPD HPJI Kalimantan Timur yang diwakili oleh Sekretaris DPD HPJI Kalimantan Timur, R. Hariadi Purwatmoko, S.T.
Pelaksanaan IA ini menjadi langkah dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi, khususnya dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang prasarana dan infrastruktur. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menjadi wadah kolaboratif untuk pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa maupun tenaga ahli di bidang teknik sipil dan infrastruktur jalan.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mendorong berbagai program kolaboratif, seperti pelaksanaan seminar dan pelatihan teknis, penelitian bersama, publikasi ilmiah, program magang mahasiswa, keterlibatan praktisi dalam kegiatan akademik, hingga pengembangan kajian strategis terkait pembangunan infrastruktur daerah. Selain itu, diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara teori akademik dengan praktik profesional di lapangan, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional.
Dalam sesi webinar, para narasumber juga menyoroti pentingnya inovasi skema pembiayaan infrastruktur jalan di tengah tekanan resesi ekonomi, termasuk optimalisasi pendanaan pemerintah, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta peluang investasi daerah yang berkelanjutan. Pembahasan tersebut memberikan wawasan yang komprehensif kepada peserta mengenai tantangan dan peluang pembangunan infrastruktur di era ketidakpastian ekonomi.
Melalui kegiatan Webinar dan implementasi kerja sama ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia akademik dan organisasi profesi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas pengembangan kajian ilmiah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan prasarana dan infrastruktur yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.